Apa Itu Stevedoring? Panduan Lengkap Pengertian dan Cara Kerjanya di Pelabuhan
Dalam dunia maritim dan logistik, kelancaran arus barang sangat bergantung pada aktivitas di pelabuhan. Salah satu proses paling krusial yang memastikan barang dari kapal sampai ke daratan (atau sebaliknya) dengan aman dan efisien adalah Stevedoring.
Bagi kamu yang baru terjun ke industri logistik, freight forwarding, atau sekadar ingin tahu bagaimana ribuan ton barang bisa dipindahkan setiap harinya, mari kita bahas secara tuntas apa itu stevedoring dan bagaimana cara kerjanya!
Apa Itu Stevedoring?
Secara sederhana, Stevedoring adalah kegiatan bongkar muat barang dari kapal ke dermaga, maupun sebaliknya dari dermaga ke atas kapal.
Kata ini berasal dari bahasa Spanyol “estibador”, yang berarti orang yang memuat barang. Di Indonesia, kegiatan ini umumnya dilakukan oleh Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang memiliki izin khusus untuk mengoperasikan alat berat dan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di area pelabuhan.
Pekerjaan stevedoring tidak hanya sekadar mengangkat dan memindahkan barang. Ini adalah proses kompleks yang melibatkan perhitungan presisi tinggi, alat berat raksasa, dan standar keselamatan (K3) yang sangat ketat untuk memastikan tidak ada kargo yang rusak atau kapal yang kehilangan keseimbangan.
Bagaimana Cara Kerja Stevedoring?
Proses stevedoring membutuhkan perencanaan matang (stowage plan) sebelum kapal bahkan bersandar di dermaga. Berikut adalah langkah-langkah atau tahapan cara kerjanya di lapangan:
1. Tahap Persiapan dan Perencanaan (Stowage Plan)
Sebelum kapal tiba, pihak pelayaran akan mengirimkan dokumen manifest dan rencana pemuatan (stowage plan) kepada PBM.
Perhitungan Beban: PBM harus menghitung di mana posisi yang tepat untuk setiap kontainer atau kargo. Barang berat biasanya ditaruh di bawah agar kapal tetap stabil (tidak miring).
Penyiapan Alat & Tenaga Kerja: PBM menyiapkan alat berat yang sesuai (misalnya crane khusus peti kemas atau crane curah) dan regu tenaga kerja bongkar muat (TKBM).
2. Proses Bongkar (Discharging)
Ketika kapal sudah bersandar dan aman, proses pembongkaran muatan impor atau barang masuk dimulai.
Tim unlashing naik ke atas kapal untuk melepas pengunci antar-kontainer (sepatu kontainer/ twist lock).
Alat berat seperti Quay Container Crane (QCC) atau crane kapal (ship’s gear) digunakan untuk mengangkat kargo dari palka atau geladak kapal.
Barang tersebut kemudian diturunkan secara hati-hati ke atas sasis truk (trailer) yang sudah menunggu di sisi dermaga.
3. Pemindahan ke Lapangan Penumpukan (Cargodoring)
Meskipun teknisnya ini adalah proses lanjutan (disebut cargodoring), ini sangat berkaitan erat dengan stevedoring. Truk yang sudah menerima muatan dari kapal akan membawa kargo tersebut ke Container Yard (CY) atau gudang penumpukan sementara di dalam area pelabuhan untuk disusun menggunakan alat berat seperti Rubber Tyred Gantry (RTG) atau Reach Stacker.
4. Proses Muat (Loading)
Untuk kargo ekspor atau barang keluar, alurnya adalah kebalikan dari proses bongkar:
Truk membawa kargo dari lapangan penumpukan menuju sisi dermaga (under hook).
Crane mengangkat kargo tersebut dan meletakkannya di palka atau geladak kapal sesuai dengan stowage plan yang sudah disepakati.
Posisi penempatan harus benar-benar akurat agar memudahkan pembongkaran di pelabuhan tujuan berikutnya.
5. Pengikatan Kargo (Lashing)
Setelah semua kargo dimuat ke atas kapal, tim stevedoring (khususnya regu lasher) akan mengikat dan mengunci kargo tersebut menggunakan rantai, kawat baja, atau twist lock. Tujuannya agar muatan tidak bergeser, jatuh, atau merusak kapal saat diterjang ombak besar di tengah laut.
Alat Berat yang Digunakan dalam Stevedoring
Untuk memindahkan ribuan kontainer dalam hitungan jam, PBM mengandalkan alat-alat berat spesifik, antara lain:
Quay Container Crane (QCC) / STS Crane: Bangau raksasa yang berada di pinggir dermaga khusus untuk mengangkat peti kemas dari dan ke atas kapal.
Ship’s Crane: Bangau bawaan yang menempel langsung pada badan kapal (biasanya digunakan di pelabuhan kecil atau untuk kargo curah).
Forklift & Reach Stacker: Digunakan untuk memindahkan dan menyusun barang di area dermaga.
Sling & Spreader: Alat bantu pengait yang menghubungkan kargo dengan tali crane.
Kesimpulan
Stevedoring adalah denyut nadi dari pelabuhan. Tanpa adanya proses bongkar muat yang cepat, presisi, dan aman, rantai pasok logistik global akan lumpuh. Perencanaan yang matang (stowage plan), penggunaan alat berat yang tepat, dan tenaga kerja yang terlatih adalah tiga pilar utama yang memastikan cara kerja stevedoring berjalan lancar, efektif, dan menekan biaya logistik.
Share this content:



