Rangkaian ALFI CONVEX 2025 kembali menghadirkan salah satu agenda terpentingnya: Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ALFI/ILFA 2025, yang akan berlangsung pada 13 November 2025, pukul 08.00–15.30 WIB, di Hall 3A, ICE BSD, Tangerang.
Mengusung tema “Logistics Transformation to Strengthen National Competitiveness and Economic Resilience”, Rakernas ini menempatkan fokus pada percepatan transformasi logistik nasional untuk mendukung perekonomian Indonesia yang kompetitif dan tangguh menghadapi dinamika global.

1. Tokoh Nasional Hadir sebagai Pembicara Utama
Acara ini akan dibuka oleh deretan pemimpin strategis di sektor logistik dan transportasi Indonesia:
- Muhammad Masyhud
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI
(Keynote Speech) - Akbar Djohan
Chairman of ALFI - Ivan Kamadjaja
Chairman of the Organizing Committee of ALFI/ILFA National Working Meeting - Yukki Nugrahawan Hanafi
Chairman of the Board of Trustees of ALFI/ILFA Central Executive Board
Kehadiran empat tokoh utama ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan asosiasi logistik dalam memajukan ekosistem rantai pasok nasional.
2. Fokus Rakernas: Mendorong Transformasi Logistik Nasional
Berdasarkan rilis penyelenggara, terdapat tiga fokus besar yang akan menjadi pembahasan inti:
• Modernisasi Infrastruktur & Integrasi Transportasi
Peningkatan konektivitas antarmoda menjadi pilar penting untuk mengurangi biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi.
• Digitalisasi Operasional Logistik
Transformasi digital dibutuhkan di seluruh lini — mulai dari pelabuhan, depo kontainer, pergudangan, hingga transportasi darat.
• Penguatan Ketahanan Ekonomi & Rantai Pasok
Indonesia memerlukan sistem logistik yang adaptif agar tetap kompetitif menghadapi dinamika ekonomi global dan regional.
Rakernas ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah, asosiasi, dan pelaku logistik.
3. Digitalisasi Depo: Bagian Penting dari Transformasi
Dalam konteks transformasi logistik nasional, sektor depo kontainer menjadi semakin strategis. Depo berperan sebagai titik penghubung antara pelabuhan, trucking, dan pusat distribusi—sehingga efisiensinya akan berdampak langsung pada biaya logistik dan kelancaran arus barang.
Sejalan dengan agenda Rakernas, banyak depo kini mulai mengadopsi:
- sistem pencatatan gate-in/gate-out digital,
- pelacakan posisi kontainer,
- dokumentasi inspeksi digital,
- dashboard stok real-time,
- integrasi dengan pelabuhan & freight forwarder.
Solusi seperti Digital Management System (DMS) menjadi relevan untuk mendukung transformasi tersebut karena dapat membantu depo mempercepat proses, meningkatkan akurasi, dan menghadirkan transparansi data yang semakin dibutuhkan industri.
👉 https://elogi.id/layanan/dms
4. Dampak Strategis bagi Pelaku Logistik Indonesia
Rakernas ALFI/ILFA 2025 menjadi momentum penting bagi seluruh anggota ALFI dan pelaku logistik nasional dalam:
- menyelaraskan standar operasional logistik,
- memperkuat kolaborasi antar pelaku industri,
- mempercepat digitalisasi sektor depo dan pergudangan,
- memperbaiki efisiensi rantai pasok nasional,
- mendukung Indonesia menuju target logistik berdaya saing tinggi 2045.
Hasil Rakernas ini juga diharapkan menjadi masukan strategis bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan logistik berbasis data dan integrasi digital.
Kesimpulan
Rakernas ALFI/ILFA 2025 menjadi salah satu agenda paling krusial dalam ALFI CONVEX tahun ini. Dengan mengedepankan transformasi logistik dan penguatan daya saing nasional, acara ini hadir sebagai forum strategis yang mempertemukan pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri untuk membangun ekosistem logistik yang lebih modern dan efisien.
Digitalisasi—termasuk penerapan sistem manajemen depo seperti DMS—akan memainkan peran sentral dalam mewujudkan visi logistik nasional yang kompetitif dan tangguh.



Rakernas ALFI/ILFA 2025: Transformasi Logistik untuk Perkuat Daya Saing & Ketahanan Ekonomi Nasional