Pangandaran semakin mengokohkan diri sebagai destinasi wisata budaya dan kreativitas. Selain pantai dan wisata alamnya yang terkenal, berbagai festival musik dan budaya kini menjadi agenda rutin yang ditunggu wisatawan.
Tahun 2025, sejumlah kegiatan budaya kembali digelar dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak masyarakat, pelaku seni, hingga komunitas lokal.
Festival-festival ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya pesisir yang menjadi identitas Pangandaran.
1. Festival-Festival yang Menjadi Magnet Wisatawan
Beberapa kegiatan budaya yang semakin populer antara lain:
• Pangandaran Culture Festival
Diisi oleh parade kostum tradisional, pertunjukan tari, dan rangkaian kegiatan seni dari berbagai kecamatan. Festival ini selalu ramai dikunjungi, terutama pada hari puncaknya.
• Festival Layang-Layang Internasional
Peserta tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Event ini biasanya menarik keluarga dan komunitas fotografi.
• Music Beach Performance & Karnaval Malam
Acara musik di tepi pantai menjadi daya tarik utama wisatawan muda, menghadirkan musisi lokal hingga nasional sesuai tema event.
Rangkaian event ini menunjukkan bahwa Pangandaran kini bukan sekadar tempat wisata alam, tetapi juga ruang aktualisasi seni dan budaya.
2. Tantangan Penyenggaraan Event Berskala Besar
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung setiap tahun, penyelenggara menghadapi beberapa tantangan umum seperti:
- Kesulitan memprediksi jumlah kedatangan
- Antrean di loket yang memakan waktu
- Kurangnya data pengunjung untuk evaluasi
- Penyesuaian kapasitas venue yang sering berubah
- Administrasi dan laporan event yang cukup kompleks
Kondisi tersebut membuat banyak EO dan Pemda mulai mempertimbangkan pendekatan modern agar pengelolaan event lebih efektif.
3. Digitalisasi Tiket Mulai Jadi Kebutuhan Baru
Banyak daerah wisata kini menggunakan tiket online untuk mempermudah:
- Proses pembelian tiket dari mana saja
- Check-in yang lebih cepat dan rapi
- Pendataan pengunjung secara otomatis
- Pengendalian kapasitas venue
- Pelaporan yang lebih akurat untuk sponsor dan pemerintah
Melihat tren tersebut, event-event budaya di Pangandaran berpotensi semakin profesional jika mengadopsi sistem serupa.
4. Dukungan Platform Tiket Digital dalam Event Budaya Pangandaran
Penyelenggara event yang ingin meningkatkan kualitas pengelolaan kini mulai memanfaatkan platform tiket digital seperti Tixy (https://www.tixy.co.id) untuk penjualan tiket, pemantauan jumlah pengunjung, hingga check-in saat hari acara.
Beberapa manfaat yang sering dirasakan:
- Tiket elektronik memudahkan wisatawan tanpa harus antre
- Akses laporan real-time membantu pengambilan keputusan
- Data pengunjung lebih rapi dan bisa digunakan untuk evaluasi event berikutnya
- Penjualan tiket bisa dibuka jauh hari dan mendukung kampanye promosi digital
Dengan sistem seperti ini, penyelenggara bisa fokus pada konsep acara, sementara urusan teknis ticketing berjalan lebih efisien.
5. Mendorong Keterlibatan UMKM dan Pelaku Seni Lokal
Digitalisasi tiket juga membuka peluang baru dalam pengembangan paket kolaborasi, seperti:
- Tiket festival + voucher kuliner
- Tiket VIP + souvenir UMKM
- Tiket workshop budaya
Skema seperti ini memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
6. Kesimpulan
Festival musik dan budaya di Pangandaran semakin berkembang dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Dengan meningkatnya skala event, kebutuhan akan pengelolaan yang lebih profesional juga semakin terasa.
Mengadopsi sistem tiket digital melalui platform seperti Tixy dapat membantu penyelenggara dan Pemda menjaga event tetap tertib, efisien, dan mudah diakses wisatawan—tanpa mengubah karakter budaya yang menjadi kekuatan utama Pangandaran.



Festival Musik & Budaya Pangandaran 2025: Langkah Baru Menuju Event yang Lebih Rapi & Profesional