Jakarta — Transformasi digital di industri depo container Indonesia semakin nyata. Setelah kesuksesan AIMS Group Depo Belawan menerapkan Depo Management System (DMS) versi 2 dari eLOGI Global International, kini giliran para anggota ASDEKI (Asosiasi Depo Kontainer Indonesia) yang didorong untuk segera mengikuti langkah tersebut.
Dengan lebih dari 80 anggota yang tersebar di pelabuhan utama — seperti Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak, dan Makassar — ASDEKI memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok logistik nasional.
Namun, di tengah tuntutan efisiensi dan kecepatan, ketergantungan pada sistem manual masih menjadi tantangan besar di banyak depo.
Menurut CEO eLOGI Global International, Bapak Fadil Shahab, transformasi digital melalui DMS versi 2 adalah langkah realistis sekaligus strategis bagi seluruh depo yang ingin bertahan di era logistik modern.
“Kami melihat banyak depo anggota ASDEKI yang masih beroperasi secara manual — menggunakan kertas, spreadsheet, dan komunikasi offline. Ini sudah tidak efisien lagi.
Dengan DMS versi 2, semua proses — mulai dari gate in/out, stok kontainer, hingga laporan MNR (Maintenance and Repair) — bisa dilakukan secara real-time dan terintegrasi.
Kami mendorong semua anggota ASDEKI untuk segera beradaptasi agar tidak tertinggal,”
ujar Fadil Shahab, dalam wawancara eksklusif di kantor eLOGI Global International.
Mengapa Anggota ASDEKI Perlu DMS Versi 2 Sekarang
- Efisiensi Operasional Tinggi
Sistem ini mengurangi waktu antre di gate hingga 30% dan menghapus kesalahan input manual. - Transparansi dan Integrasi
DMS v2 terhubung langsung dengan sistem pelayaran dan pelanggan melalui EDI ( Electronic Data Interchange ). - Monitoring Real-Time
Setiap kontainer dapat dilacak posisinya kapan saja, dari mana saja, melalui dashboard digital. - Laporan Otomatis & Audit Cepat
Data terarsip rapi untuk kebutuhan audit internal maupun laporan ke asosiasi dan regulator.
Menurut eLOGI, banyak depo anggota ASDEKI yang sebelumnya mengalami kendala administrasi kini bisa beroperasi jauh lebih efisien setelah memakai DMS v2.
Kesuksesan AIMS Belawan Sebagai Contoh Nyata
Salah satu contoh keberhasilan implementasi DMS v2 adalah AIMS Group Depo Belawan, yang kini menjadi model transformasi digital untuk depo di wilayah Sumatera Utara.
Dengan memanfaatkan fitur digital dari eLOGI, AIMS berhasil:
- Menekan waktu transaksi gate in/out hingga 60 detik saja.
- Menghemat biaya operasional sekitar 25%.
- Menyediakan laporan harian dan bulanan secara otomatis ke klien dan shipping line.
“AIMS sudah membuktikan bahwa DMS v2 bukan sekadar software, tapi sistem nyata yang membuat operasional depo lebih cepat, akurat, dan efisien,”
tambah Fadil Shahab.

Keberhasilan AIMS Belawan menjadi sinyal kuat bahwa digitalisasi depo sudah bukan pilihan, melainkan kebutuhan.
Kini saatnya seluruh anggota ASDEKI mengikuti langkah serupa.
Komitmen eLOGI untuk Anggota ASDEKI
eLOGI Global International berkomitmen memberikan pendampingan penuh untuk setiap anggota ASDEKI yang ingin beralih ke DMS versi 2.
Proses implementasi dilakukan melalui empat tahap:
- Assessment & Analisis Kebutuhan
- Instalasi Sistem & Integrasi Data Lama
- Pelatihan Karyawan Lapangan dan Administrasi
- Monitoring dan Support 24/7
“Kami bukan hanya menjual produk, tetapi membangun ekosistem digital depo nasional. Itu sebabnya kami ingin ASDEKI jadi pionir transformasi ini,”
jelas Fadil Shahab menutup wawancara.
Ajakan Untuk Anggota ASDEKI
eLOGI mengajak seluruh anggota ASDEKI untuk segera mendaftar dalam program “ASDEKI Go Digital 2025” — inisiatif bersama yang akan memberikan akses khusus ke DMS versi 2 dengan pendampingan langsung dari tim teknis eLOGI.
Informasi dan demo resmi tersedia di tautan berikut:
👉 https://www.elogi.id/layanan/dms
Dengan bergabung, anggota ASDEKI akan menjadi bagian dari gerakan nasional menuju Depo Digital Indonesia 2025 — lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.



Anggota ASDEKI Didorong Segera Beralih ke DMS Versi 2 dari eLOGI Global International