ALFI Jatim: Tak Ada Hambatan, Layanan Logistik di Tanjung Perak Normal

Tanjung Perak, Surabaya, 5 November 2025 – Ketua ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyatakan bahwa seluruh aktivitas layanan logistik dan operasional bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) hingga hari ini berjalan dengan normal meskipun terdapat insiden kontainer yang diduga terkontaminasi radionuklida Cs−137Cs-137Cs−137.

Menurut Sebastian, aktivitas receiving/delivery R/DR/DR/D hingga truk kontainer keluar dari terminal masih berlangsung tanpa hambatan berarti. Ia mempertanyakan adanya kabar “penutupan pelabuhan” yang beredar luas, karena menurut pelaku usaha di lapangan situasi yang mereka alami tetap kondusif.

Kejadian ini bermula saat satu kontainer komoditas cengkeh yang berasal dari ekspor ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh lembaga pengawas di sana, akibat dugaan kontaminasi Cs-137. Kontainer tersebut kemudian dikembalikan ke Surabaya dan melalui terminal peti kemas di Tanjung Perak.

Pihak ­Satgas Penanganan Radiasi Radio nuklida bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengambil langkah isolasi dan pemeriksaan terhadap kontainer tersebut. Namun demikian, terminal utama Tanjung Perak tidak menghentikan seluruh operasi.

Sebagai pelaku jasa logistik di wilayah Jawa Timur, ALFI menilai bahwa meskipun insiden seperti ini menimbulkan kekhawatiran publik, dari sisi operasional belum ditemukan hambatan yang signifikan. “Semuanya lancar-lancar saja kok sampai saat ini… bukan pertama kali isu semacam ini terjadi,” ujar Sebastian, seperti dikutip dari LogistikNews.

Lebih jauh, kabar baik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sistem logistik dan kepelabuhanan harus tetap tangguh menghadapi gangguan—apapun bentuknya. Dalam konteks ini, integrasi digital dan pengelolaan depo container yang efisien menjadi salah satu kunci agar arus barang tetap lancar. Layanan seperti yang ditawarkan melalui platform digital (lihat Depo Management System) dapat mendukung transparansi dan percepatan alur logistik.

Bagi perusahaan logistik, importir-eksportir serta pemilik depo container, situasi di Tanjung Perak ini memberikan sinyal bahwa:

  • Keamanan dan protokol penanganan insiden sudah berjalan tanpa memicu penghentian total operasi.
  • Kesiapan sistem logistik digital dan integrasi data sangat penting agar seluruh stakeholders dapat merespons cepat bila ada kendala.
  • Pemanfaatan layanan depo container terintegrasi (lihat Internal Link) memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap dwelling time dan alur barang.

Secara keseluruhan, pernyataan ALFI Jatim menjadi penegasan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak tetap menjadi simpul logistik utama di wilayah Indonesia bagian timur dan tengah—meski harus menghadapi isu-khusus yang berpotensi mengganggu citra dan operasional. Penting bagi semua pihak agar tetap menjaga standar operasional dan terus memperkuat sistem logistik modern.

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *