ALFI CONVEX 2025 kembali menjadi pusat perhatian industri logistik Indonesia setelah merilis salah satu sesi utamanya bertajuk “Breaking Barriers, Building Futures: Indonesia Women Leaders in Logistics and Transport 2025.”
Acara ini akan berlangsung pada 12 November 2025, berlokasi di Hall 3A, ICE BSD, Tangerang Selatan, dan menghadirkan lima tokoh perempuan terkemuka yang selama ini berperan penting dalam ekosistem logistik dan transportasi nasional.
Acara ini menjadi momentum penting karena menghadirkan perspektif kepemimpinan perempuan di sektor yang selama bertahun-tahun identik dengan dominasi laki-laki.
1. Deretan Pemimpin Perempuan yang Akan Hadir
Sesi ini menghadirkan figur yang telah lama mempengaruhi perkembangan logistik nasional:
- Dyah Roro Esti, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia (to be confirmed)
- Carmelita Hartoto, Ketua Umum Indonesian Shipowners’ Association (INSA)
- Liana Trisnawati, Ketua Indonesian Port Business Association (ABUPI)
- Utami Prasetiwati, Ketua Indonesian Bonded Logistics Association (PPLBI)
- Anita Puji Utami, Ketua Indonesian Shipbuilding and Offshore Association (Iperindo)
Diskusi ini akan dipandu oleh Juliana Sofhia Damu, CMILT, Vice Chair for Southeast Asia – Global Women in Logistics and Transport.
Kehadiran kelima tokoh ini menjadi representasi berbagai klaster industri logistik: pelayaran, pelabuhan, depo, logistik berikat, hingga industri perkapalan.
2. Isu Strategis yang Menjadi Fokus Diskusi
Berdasarkan publikasi resmi ALFI Convex, beberapa isu utama yang akan dibahas meliputi:
• Masa depan kepemimpinan perempuan di sektor logistik
Bagaimana mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan strategis di sektor transportasi dan supply chain.
• Transformasi digital untuk mendukung efisiensi logistik nasional
Penguatan integrasi data, digitalisasi layanan transportasi, dan penerapan sistem terpusat untuk aset logistik—termasuk depo kontainer.
• Tantangan regulasi dan tata kelola logistik nasional
Peran asosiasi dan pemerintah dalam membentuk ekosistem logistik Indonesia yang lebih transparan dan kompetitif.
Kombinasi perspektif pemerintah, operator pelabuhan, pelaku pelayaran, dan logistik berikat memberi pandangan menyeluruh mengenai arah industri.
3. Relevansi dengan Pengelolaan Depo & Digitalisasi Logistik
Salah satu topik yang akan mendapatkan sorotan adalah perkembangan digitalisasi dalam rantai pasok—khususnya pada sektor depo kontainer, yang menjadi salah satu bagian paling kritis dalam arus barang.
Dengan volume peti kemas yang terus meningkat, banyak perusahaan kini mulai memperkuat manajemen depo menggunakan sistem digital yang dapat mencatat gate in/gate out, kondisi kontainer, posisi penyimpanan, hingga laporan real-time.
Transformasi digital seperti ini sejalan dengan fokus pengembangan logistik yang diangkat dalam ALFI CONVEX 2025.
Sebagai referensi bagi pelaku depo yang ingin mulai beradaptasi, tersedia layanan Digital Management System (DMS) yang mendukung otomatisasi pencatatan, monitoring stok kontainer, serta pemetaan kondisi operasional secara terpusat:
👉 https://elogi.id/layanan/dms
4. Mendorong Generasi Baru Pemimpin Logistik
Selain menjadi panggung bagi tokoh senior industri, sesi ini juga diharapkan menginspirasi generasi muda—khususnya perempuan—untuk terjun ke sektor logistik.
Industri ini kini bukan hanya tentang operasi fisik, tetapi juga:
- manajemen data,
- digitalisasi supply chain,
- otomatisasi depo,
- teknologi pelabuhan,
- hingga inovasi transportasi.
Peran pemimpin perempuan semakin strategis karena banyak perusahaan logistik yang tengah melakukan transformasi budaya kerja serta digitalisasi operasional.
5. Penutup
ALFI CONVEX 2025 kembali memperlihatkan bahwa masa depan logistik Indonesia tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh keberagaman pemimpin yang menggerakkan perubahan. Kehadiran para pemimpin perempuan dalam sesi ini menunjukkan bahwa industri logistik semakin terbuka dan progresif.
Bagi perusahaan depo, operator logistik, dan pelaku supply chain yang mengikuti acara ini, digitalisasi menjadi tema besar yang tidak bisa dihindari. Adaptasi sistem modern seperti DMS menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.



ALFI CONVEX 2025 Soroti Kepemimpinan Perempuan dalam Mendorong Transformasi Logistik Nasional