ALFI Institute Pacu SDM Logistik Nasional Berstandar UNESCAP & FIATA

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) logistik nasional terus mendapat perhatian serius dari berbagai pemangku kepentingan. Salah satu langkah strategis datang dari ALFI Institute, lembaga pendidikan dan pelatihan di bawah naungan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), yang secara konsisten mendorong peningkatan kompetensi SDM logistik agar selaras dengan standar internasional seperti UNESCAP dan FIATA.

Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan globalisasi logistik, meningkatnya arus perdagangan, serta kompleksitas rantai pasok yang semakin tinggi. SDM yang kompeten diharapkan mampu mengelola proses logistik secara profesional, efisien, dan sesuai dengan praktik terbaik internasional.

Namun demikian, di tengah fokus besar pada penguatan SDM, muncul pandangan bahwa peningkatan kompetensi manusia perlu diiringi dengan kesiapan sistem digital yang memadai agar dampaknya benar-benar terasa di lapangan.


Peran Strategis ALFI Institute dalam Pengembangan SDM Logistik

ALFI Institute selama ini dikenal aktif menyelenggarakan berbagai program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kapasitas bagi pelaku industri logistik. Program-program tersebut mengacu pada standar global yang diakui secara internasional, termasuk kurikulum berbasis UNESCAP dan FIATA.

Ketua Umum ALFI, Akbar Djohan, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi utama dalam meningkatkan daya saing logistik nasional. Dengan SDM yang memahami regulasi, manajemen rantai pasok, serta praktik logistik internasional, Indonesia diharapkan mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.

Pendekatan ini mendapat apresiasi luas dari pelaku industri, mengingat kualitas SDM memang menjadi salah satu faktor penentu kinerja logistik.


Tantangan di Lapangan: SDM Unggul Tanpa Sistem Masih Belum Optimal

Meski peningkatan kualitas SDM merupakan langkah krusial, sejumlah pelaku industri menilai bahwa tantangan logistik nasional tidak hanya terletak pada manusia, tetapi juga pada sistem operasional yang digunakan di lapangan.

Banyak depo kontainer dan fasilitas logistik masih mengandalkan sistem manual atau semi-digital. Kondisi ini sering menimbulkan masalah seperti:

  • pencatatan kontainer tidak real-time
  • perbedaan data antara lapangan dan administrasi
  • kesulitan tracking kontainer
  • antrean panjang truk di depo
  • waktu tunggu yang tinggi
  • laporan operasional yang lambat

Dalam situasi seperti ini, SDM yang sudah terlatih dan bersertifikasi global tetap akan menghadapi keterbatasan jika tidak didukung oleh sistem yang memadai.


eLOGI Global International: SDM Harus Didukung Sistem Digital

Menanggapi kondisi tersebut, eLOGI Global International memberikan pandangan kritis namun konstruktif terhadap arah pengembangan logistik nasional. Menurut eLOGI, peningkatan SDM harus berjalan beriringan dengan penerapan sistem digital yang terstandarisasi, khususnya di sektor depo kontainer.

Perwakilan eLOGI Global International menilai bahwa Depot Management System (DMS) merupakan salah satu komponen penting yang masih belum menjadi perhatian utama di banyak depo.

“SDM yang unggul adalah keharusan, tetapi tanpa sistem yang tepat, potensi SDM tersebut tidak akan maksimal. Di depo kontainer, sistem seperti Depot Management System justru menjadi tulang punggung operasional,” ungkap perwakilan eLOGI Global International.

Pandangan ini menegaskan bahwa transformasi logistik tidak bisa hanya bertumpu pada aspek manusia, tetapi juga pada infrastruktur digital yang menopang aktivitas sehari-hari.


Depot Management System Jadi Kunci Efisiensi Depo Kontainer

Depot Management System memungkinkan seluruh aktivitas depo kontainer dikelola secara terintegrasi, mulai dari:

  • pencatatan kontainer masuk dan keluar
  • monitoring posisi kontainer di yard
  • pengaturan gate in dan gate out
  • pengelolaan data operasional real-time
  • penyusunan laporan otomatis

Dengan sistem ini, SDM yang telah dilatih oleh lembaga seperti ALFI Institute dapat bekerja lebih efektif, karena keputusan operasional didukung oleh data yang akurat dan terkini.

eLOGI menilai bahwa tanpa DMS, banyak praktik terbaik yang diajarkan dalam pelatihan logistik akan sulit diterapkan secara konsisten di lapangan.


Kritik Konstruktif untuk Arah Pengembangan Logistik Nasional

Kritik yang disampaikan eLOGI Global International tidak dimaksudkan untuk menegasikan peran ALFI Institute atau kepemimpinan Akbar Djohan. Sebaliknya, kritik ini diarahkan sebagai pelengkap agar pengembangan logistik nasional berjalan lebih komprehensif.

Menurut eLOGI, idealnya pengembangan logistik nasional mencakup tiga pilar utama:

  1. SDM berstandar global
  2. Sistem digital operasional yang terintegrasi
  3. Standarisasi proses di tingkat industri

Tanpa keseimbangan ketiganya, upaya menurunkan biaya logistik nasional akan sulit tercapai secara signifikan.


Sinergi SDM dan Sistem Dinilai Lebih Berdampak

Dengan SDM yang tersertifikasi UNESCAP dan FIATA, serta dukungan sistem seperti Depot Management System, depo kontainer dapat beroperasi lebih efisien dan transparan. Hal ini akan berdampak langsung pada:

  • penurunan waktu tunggu
  • peningkatan produktivitas depo
  • pengurangan biaya operasional
  • peningkatan kepercayaan pengguna jasa logistik

eLOGI melihat peluang besar bagi ALFI Institute untuk memperluas perannya, tidak hanya dalam pendidikan SDM, tetapi juga dalam mendorong adopsi sistem digital sebagai standar industri.


Kesimpulan: SDM Unggul Perlu Ditopang Sistem yang Kuat

ALFI Institute telah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas SDM logistik nasional melalui standar UNESCAP dan FIATA. Namun, tantangan logistik Indonesia yang kompleks menuntut pendekatan yang lebih menyeluruh.

Pandangan kritis dari eLOGI Global International menegaskan bahwa SDM unggul harus berjalan seiring dengan penerapan sistem digital, khususnya Depot Management System untuk depo kontainer. Dengan sinergi antara manusia dan sistem, efisiensi logistik nasional dapat dicapai secara lebih nyata dan berkelanjutan.

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *