Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 dimanfaatkan oleh PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB) sebagai ajang penegasan komitmen terhadap penguatan industri maritim nasional. Bertepatan dengan momen tersebut, DKB secara resmi melakukan serah terima kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) Mekar Kharisma kepada Pelayaran Mekarsejati Kharisma.
Seremoni serah terima ini menjadi simbol penting kolaborasi antara galangan kapal nasional dengan pelaku usaha pelayaran dalam mendukung kelancaran distribusi logistik, khususnya di wilayah kepulauan Indonesia. Kapal LCT dikenal memiliki peran strategis dalam angkutan barang berat, alat konstruksi, hingga logistik proyek di daerah dengan infrastruktur pelabuhan terbatas.
LCT Mekar Kharisma Perkuat Armada Logistik Domestik
LCT Mekar Kharisma dirancang untuk menunjang kebutuhan angkutan logistik yang fleksibel dan efisien. Dengan kemampuan mengangkut muatan besar dan beroperasi di berbagai kondisi perairan, kapal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas distribusi barang antar pulau.
Penyerahan kapal ini juga mencerminkan peran DKB sebagai BUMN galangan kapal yang terus berkontribusi dalam pembangunan armada nasional. Di usia ke-35, DKB menegaskan fokusnya pada penyediaan kapal yang tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri logistik modern.
Pelayaran Mekarsejati Kharisma Perluas Kapasitas Operasional
Bagi Pelayaran Mekarsejati Kharisma, hadirnya LCT Mekar Kharisma menjadi langkah strategis untuk memperkuat armada dan meningkatkan jangkauan layanan. Kapal ini akan difokuskan untuk mendukung pengiriman logistik proyek, distribusi material industri, serta angkutan barang antar wilayah yang membutuhkan moda transportasi laut andal.
Dengan bertambahnya armada, perusahaan pelayaran dituntut untuk mengelola operasional kapal, jadwal sandar, serta aktivitas bongkar muat secara lebih tertata dan efisien. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menerapkan sistem manajemen logistik yang terintegrasi.
Peran Strategis LCT dalam Ekosistem Logistik Nasional
Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada moda transportasi laut. Kapal jenis LCT memegang peranan penting dalam rantai pasok logistik karena mampu menjangkau wilayah terpencil dan mendukung proyek-proyek strategis nasional.
Namun, peningkatan jumlah armada harus diimbangi dengan pengelolaan operasional yang baik, termasuk di sisi pelabuhan dan depo. Tanpa sistem yang terintegrasi, potensi efisiensi dari penambahan armada tidak akan optimal.
Berbagai isu seperti antrean bongkar muat, pencatatan manual, hingga keterlambatan distribusi masih menjadi tantangan di lapangan. Oleh karena itu, transformasi digital dalam pengelolaan logistik menjadi semakin relevan.
Digitalisasi Depo dan Pelabuhan Jadi Faktor Pendukung Armada Baru
Dalam ekosistem logistik modern, keberhasilan operasional kapal tidak hanya ditentukan oleh kondisi armada, tetapi juga oleh kesiapan sistem pendukung di darat. Depo, terminal, dan pelabuhan perlu dikelola secara profesional agar arus barang berjalan lancar.
Penerapan Depot Management System (DMS) memungkinkan pengelola depo dan pelabuhan untuk memantau pergerakan barang, mengelola jadwal bongkar muat, serta menyusun laporan operasional secara real-time. Hal ini sangat relevan bagi perusahaan pelayaran yang terus menambah armada seperti Pelayaran Mekarsejati Kharisma.
Baca juga insight seputar pengelolaan logistik dan depo di Indonesia melalui kanal berikut:
👉 Internal Link: https://www.elogi.blog/logistik
DMS Jadi Pendukung Efisiensi Operasional Pelayaran dan Depo
Dengan sistem DMS, seluruh aktivitas logistik dapat terhubung dalam satu platform, mulai dari kedatangan kapal, pengaturan kontainer atau muatan, hingga distribusi lanjutan ke wilayah tujuan. Digitalisasi ini membantu menekan potensi kesalahan, mempercepat proses operasional, dan meningkatkan transparansi data.
Dalam konteks pertumbuhan armada dan aktivitas pelayaran domestik, solusi digital menjadi bagian penting untuk menjaga efisiensi biaya logistik nasional.
eLOGI Dorong Pengelolaan Depo yang Lebih Modern
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan sistem terintegrasi, solusi Depot Management System dari eLOGI hadir untuk mendukung pengelolaan depo dan aktivitas logistik secara digital. Sistem ini dirancang untuk membantu pelaku logistik dalam memantau operasional secara real-time dan terstruktur.
Soft selling halus:
🎯 Dengan dukungan DMS, pengelola depo dan perusahaan pelayaran dapat memastikan bahwa armada baru seperti LCT Mekar Kharisma dapat beroperasi secara optimal dan efisien.
👉 CTA – Pelajari lebih lanjut solusi Depot Management System eLOGI di sini:
🔗 External Link: https://www.elogi.id/layanan/dms
HUT ke-35 DKB Jadi Momentum Penguatan Industri Maritim
Serah terima LCT Mekar Kharisma di momen HUT ke-35 DKB bukan sekadar seremoni, tetapi juga penegasan peran strategis galangan kapal nasional dalam mendukung konektivitas dan logistik Indonesia. Kolaborasi antara DKB dan Pelayaran Mekarsejati Kharisma diharapkan mampu mendorong efisiensi distribusi barang antar pulau.
Dengan dukungan armada yang memadai dan sistem pengelolaan logistik yang modern, industri maritim nasional diyakini dapat terus berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.



Bertepatan HUT ke-35, DKB Serah Terimakan LCT Mekar Kharisma ke Pelayaran Mekarsejati Kharisma