Indonesia dan Singapura kembali mempertegas komitmen kerja sama strategis di sektor ekonomi digital melalui pertemuan bilateral yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Kerja sama ini menandai langkah penting kedua negara dalam mempercepat digitalisasi lintas sektor, memperkuat keamanan data, dan meningkatkan daya saing industri di kawasan Asia Tenggara.
Airlangga menyampaikan bahwa transformasi digital bukan lagi opsi, tetapi kebutuhan mutlak bagi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah kompetisi global. Dengan kekuatan demografi dan pasar digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia berada pada posisi ideal untuk membangun aliansi digital regional. Kolaborasi dengan Singapura—yang memiliki keunggulan infrastruktur data dan ekosistem teknologi yang matang—dipandang mampu mempercepat agenda digital nasional.
Selain memperkuat konektivitas digital antarnegara, kerja sama ini mencakup percepatan adopsi teknologi seperti cloud computing, keamanan siber, pengembangan talenta digital, serta ekosistem inovasi. Tujuannya adalah memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia agar lebih adaptif, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global.
Transformasi Logistik Jadi Fokus Utama Kolaborasi
Dalam pertemuan tersebut, sektor logistik menjadi salah satu prioritas pembahasan. Airlangga menegaskan bahwa logistik yang efisien merupakan kunci untuk menurunkan biaya distribusi nasional dan memperkuat konektivitas antarwilayah. Tantangan seperti proses manual, ketidakakuratan data, keterbatasan teknologi operasional, serta kurangnya integrasi sistem menjadi hambatan besar yang selama ini dirasakan pelaku industri.
Indonesia memerlukan terobosan digital yang mampu mempercepat arus barang, meningkatkan akurasi data, dan menciptakan visibilitas real-time di seluruh rantai pasok. Modernisasi pelabuhan, depo kontainer, dan sistem transportasi darat menjadi fokus penting untuk mendorong efisiensi nasional. Hal ini sejalan dengan tren global di mana negara dengan logistik terintegrasi digital terbukti lebih kompetitif di pasar internasional.
Di tengah upaya pemerintah mempercepat transformasi logistik, industri mulai mengadopsi berbagai solusi digital lokal. Salah satunya adalah sistem Depo Management System (DMS) dari eLOGI, yang berfungsi membantu depo kontainer dalam otomasi operasional, pemrosesan data, serta monitoring arus kontainer secara lebih efisien. Meskipun tidak menjadi sorotan utama dalam agenda bilateral, inovasi seperti ini selaras dengan arah transformasi logistik nasional.
👉 https://www.elogi.id/layanan/dms
Penguatan kerjasama digital antara Indonesia dan Singapura menjadi kesempatan besar bagi industri logistik untuk meningkatkan standar operasionalnya. Momentum ini dapat dimanfaatkan depo-depo kontainer di Indonesia untuk mempercepat digitalisasi dan meningkatkan efisiensi secara nasional ujar Fadil Shahab di Kantor eLOGI Global International.
Prospek Jangka Panjang: Indonesia Menuju Pusat Ekonomi Digital Regional
Kerja sama digital RI–Singapura diprediksi memberikan dampak luas bagi perkembangan ekosistem digital Indonesia, mulai dari peningkatan kualitas layanan publik hingga efisiensi sektor industri swasta. Kolaborasi ini akan mendorong:
- Konektivitas data yang lebih kuat antarnegara
- Modernisasi sistem logistik dan transportasi
- Integrasi layanan ekonomi digital
- Pengembangan talenta berstandar internasional
- Akselerasi inovasi teknologi lokal dan startup
Dengan strategi yang terarah, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, didukung oleh teknologi modern dan sistem logistik yang semakin efisien.
Untuk pembahasan mendalam seputar depo kontainer dan perkembangan industrinya, dapat mengunjungi:
👉 https://www.elogi.blog/tag/depocontainer



RI – Singapura Tingkatkan Kerjasama Strategis Digital: Airlangga Hartarto Dorong Modernisasi Logistik Indonesia